Pernyataan Anggota DPR Maman Imanulhaq Menuai Protes, Embarkasi Haji Harus Tetap di Indramayu

PROTES. Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Indramayu, Adi menyampaikan sikapnya yang kecewa dengan pernyataan Anggota DPR RI dari PKB Maman Imanulhaq

0
1728

Demi Pemerataan Pembangunan Infrastrukstur Sesuai Semangat Presiden Jokowi

INDRAMAYU – Pernyataan Anggota fraksi PKB DPR RI, KH  Maman Imanulhaq saat Pelantikan Pimpinan Komisi 8 DPR RI, Rabu lalu (30/10/2019) yang meminta Kementerian Agama untuk memindahkan lokasi embarkasi / asrama haji dari Indramayu ke Majalengka dengan alasan lebih dekat dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati-Majalengka, terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat Indramayu.  Tak terkecuali dari kalangan pengusaha yang tergabung dalam wadah BPC Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Cabang Indramayu.

“Kami sebagai warga Indramayu, sangat kecewa dengan pernyataan Anggota DPR RI dari PKB, Maman Imanulhaq itu. Seharusnya dia mawas diri. Sebagai orang Majalengka, seharus Maman sudah bersyukur daerahnya sudah memiliki Bandara Internasional, yakni BIJB Kertajati. Kenapa rencana pembangunan Embarkasi Haji di Indramayu masih dipersoalkan. Padahal itu sudah menjadi rencana Kemenag RI untuk memulai pembangunan embarkasi di Indramayu tahun 2020,” ujar Adi, salah satu anggota HIPMI Cabang Indramayu kepada Kreator, kemarin (7/11).

Lebih lanjut, dikatakan Adi yang juga pemerhati pembangunan di Jabar,  Presiden RI Joko Widodo sendiri menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur. Supaya tidak ada ketimpangan, baik itu ketimpangan antar daerah maupun wilayah di Indonesia, dan menghindari ketidakadilan pembangunan. Tidak ada daerah maju yang tidak bangun Infrastruktur. Oleh karena itu, dengan adanya  pembangunan infrastruktur di Jawa Barat yang dilakukan pemerintah, sebaiknya tidak hanya berpaku pada daerah-daerah tertentu.

“Pembangunan Infrastuktur,  harus memberikan dampak positif bagi seluruh  masyarakat indonesia, termasuk di provinsi Jabar. Pembangunan harus tersebar di daerah-daerah di Jabar, supaya dampaknya juga melebar dan dirasakan oleh semua daerah,” jelasnya.

Di Provinsi Jabar, terutama di kawasan Pantura, Kabupaten Majalengka sudah ada Bandara Internasional Kertajati. Kemudian, Cirebon juga sudah mendapat infrastruktur jalan tol, dan Kabupaten Subang juga sudah mendapatkan pembangunan pelabuhan Internasional di Patimban. “Jadi wajar kalau Indramayu mendapatkan pembangunan Embarkasi Haji dari Pemerintah pusat melalui Kemenag, supaya ada pemerataan pembangunan di Jabar. Jangan sampai rencana embarkasi di Indramayu diembat (diambil,red) juga sama Majalengka, terlalu serakah. Kami minta anggota DPR RI Maman Imanulhaq unttuk intropeksi diri, jangan sampai masyarakat Indramayu kecewa dan menimbulkan situasi yang tidak kondusif dengan pernyataanya,” tegas Adi, pengusaha asal Indramayu ini.

Seperti diketahui, legislator PKB DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, saat Pelantikan Pimpinan Komisi 8, Rabu (30/10/2019) di ruang Ruang Rapat Komisi 8, Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, menyampaikan sikapnya, bahwa Fraksi PKB DPR RI akan konsisten memperjuangkan agar Asrama Haji dibangun di dekat BIJB Kertajati Majalengka.

Sementara itu, informasi yang diterima media Kreator menyebutkan, pembangunan kompleks asrama haji untuk pemberangkatan haji dari embarkasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan dimulai 2020. Hal ini untuk mengakomodasi pemberangkatan haji asal Jawa Barat dari bandara di Kabupaten Majalengka tersebut pada 2020.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Kantor Wilayah Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan, untuk tahap pertama pembangunan kompleks asrama haji ini akan membangun aula, kantor, dan gudang logistik.

Lokasinya di Kabupaten Indramayu di atas lahan seluas delapan hektare. Bangunan asramanya sendiri, katanya, belum bisa dibangun pada tahap pertama mengingat keterbatasan waktu.

Dengan adanya aula dan gudang logistik, kata Ajam Mustajam, para calon haji tidak akan menginap di asrama, melainkan hanya transit sebelum diberangkatkan melalui Bandara Kertajati.

Ajam mengatakan pada tahap pertama kemungkinan yang akan diberangkatkan dari Bandara Kertajati adalah jamaah asal Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Indramayu.

Dari kalangan Pemprov Jabar sendiri, menyebutkan, berdasarkan rapat dengan Kemenag RI, pembangunan embarkasi haji semakin pasti akan dibangun di Kabupaten Indramayu. Menjadi pertimbangan utama, karena Pemerintah Kabupaten Indramayu telah memberikan hibah lahan seluas delapan hektare beserta sertifikatnya. Sehingga atas dasar tersebut, maka Kementerian Agama menetapkan embarkasi haji adanya di Kabupaten Indramayu. Berada sekitar 40 kilometer dari Bandara Kertajati dengan jarak tempuh 30 menit. (mak)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini